Pipa Hidroponik Sistem DFT – Menanam sayuran tidak selalu membutuhkan lahan luas. Dengan sistem hidroponik, area terbatas seperti halaman rumah, teras, atau ruang usaha bisa bermanfaat untuk menghasilkan sayuran segar.
Salah satu metode yang menarik untuk diterapkan adalah Deep Flow Technique atau DFT. Pipa Hidroponik sistem DFT menjadi salah satu komponen penting dalam penerapan metode tersebut.
Tepat pada artikel kali ini akan membahas lebih dalam mengenai pipa Hidroponik tersebut. Jadi, untuk lebih jelasnya simak saja artikel ini sampai tuntas.
Apa Itu Pipa Hidroponik Sistem DFT?
Apa Itu Pipa Hidroponik Sistem DFT?
Perancangan saluran penampung nutrisi menyediakan genangan air setinggi 2 hingga 3 cm dalam paralon. Istilah Deep Flow Technique merujuk pada teknik aliran air dalam yang selalu terendam di dalam pipa.
Oleh karena itu, akar tanaman selalu mendapatkan pasokan air nutrisi secara terus-menerus meskipun pompa listrik mati.
Penggunaan paralon PVC khusus yang sudah berstandar food grade melindungi cairan nutrisi dari kontaminasi zat kimia beracun.
Pipanya yang tebal mampu memblokir masuknya sinar matahari pemicu pertumbuhan lumut. Maka dari itu, pemilihan diameter pipa 3 atau 4 inci sangat jadi anjuran bagi pemula.
Pembuatan lubang netpot secara teratur memberikan ruang tumbuh bagi batang dan akar tanaman sayur. Bahkan, sirkulasi udara dalam rongga pipa bisa terjaga dengan sangat baik oleh sistem penutup cap. Instalasi ini sangat cocok untuk budidaya kangkung, bayam, maupun pakcoy.
Perbedaan Pipa Hidroponik DFT dan NFT
Perbedaan Pipa Hidroponik DFT dan NFT
Memahami karakteristik sistem pipanya mempermudah dalam membedakan instalasi Pipa Hidroponik Sistem DFT dengan metode NFT. Lantas, sebenarnya apa saja perbedaan pipa hidroponik DFT dan NFT?
1. Kedalaman Genangan Air Dalam Pipa
Pembentukan genangan air setinggi 3 cm menjaga akar tanaman DFT tetap terendam cairan nutrisi. Sistem NFT hanya mengalirkan lapisan air setipis kertas. Oleh karena itu, cermati kedalaman air pipanya.
2. Keamanan Saat Terjadi Pemadaman Listrik
Ketersediaan cadangan air dalam pipa mampu melindungi tanaman DFT dari bahaya layu saat listrik padam. Sistem NFT cukup rentan membuat akar mendadak kering.
3. Kemiringan Posisi Pemasangan Pipa Paralon
Pemasangan pipa secara sejajar atau mendatar mempertahankan genangan nutrisi pada seluruh saluran DFT. Kalau untuk sistem NFT membutuhkan kemiringan pipa hingga 5 persen.
4. Tingkat Kebutuhan Daya Pompa Air
Penggunaan pompa air berdaya rendah mampu menghemat konsumsi energi listrik harian pada instalasi DFT. Sebab, air tidak perlu mendorongnya terlalu deras.
5. Konsentrasi Kadar Oksigen Terlarut Air
Penyerapan oksigen pada sistem DFT disokong oleh bantuan kuras outlet atau penggunaan alat aerator. Sedangkan pada lain sisi, sistem NFT memiliki sirkulasi oksigen alami yang lebih tinggi.
6. Pertumbuhan Akar Tanaman Dalam Saluran
Ruang pipa yang luas memberikan kebebasan bagi akar tanaman DFT untuk berkembang secara sangat maksimal. Hal ini karena genangan air mendukung pembesaran jaringan akar.
7. Beban Air Pada Rangka Penopang
Penampungan volume air yang banyak menuntut kerangka penopang DFT dibuat secara ekstra kokoh. Jika menggunakan rangka yang lemah maka berisiko melengkung dan kemudian patah.
8. Kemudahan Dalam Proses Perawatan Pipa
Pembersihan endapan nutrisi pada pipa DFT melakukannya secara berkala saat siklus panen tanaman selesai. Hal ini karena adanya genangan air memicu sisa endapan pupuk.
9. Keragaman Jenis Tanaman yang Bisa Ditanam
Fleksibilitas ketinggian air pada pipa DFT mendukung pertumbuhan sayuran daun hingga buah berukuran sedang. Hal ini karena pasokan air sangat melimpah.
Cara Kerja Pipa Hidroponik DFT
Cara Kerja Pipa Hidroponik DFT
Memahami dengan baik mekanisme alur nutrisi untuk memperluas wawasan siapa saja mengenai cara kerja pipa Hidroponik Sistem DFT. Oleh karena itu, berikut ini beberapa cara kerja pipa Hidroponik jenis DFT yaitu:
1. Penampungan Cairan Nutrisi Dalam Tandon
Pengisian larutan pupuk ke dalam wadah utama menyediakan pasokan makanan bagi seluruh tanaman hidroponik. Adanya tandon bertindak sebagai pusat penyimpanan pasokan air.
2. Pengaliran Air Nutrisi Menggunakan Pompa Celup
Penyedotan larutan dari tandon mendorong air naik menuju ke ujung pipa bagian paling atas. Selain itu, aliran air dibantu oleh selang dengan bahan baku PE.
3. Pembentukan Genangan Nutrisi Dalam Paralon
Pemasangan penutup pipa berlubang atas untuk menahan air agar tidak langsung habis mengalir ke luar. Oleh karena itu, adanya genangan air bisa terbentuk secara stabil.
4. Penyerapan Air Nutrisi Oleh Akar Tanaman
Perendaman bagian bawah akar untuk menyerap unsur hara pupuk secara terus-menerus tanpa henti. Hal ini karena tanaman membutuhkan nutrisi untuk tumbuh tinggi.
5. Pendorongan Air Berlebih Menuju Lubang Buangan
Peningkatan volume air dalam pipa mampu mengalirkan cairan berlebih menuju ke saluran overflow. Selain itu, ketinggian air akan tetap terjaga dengan aman.
6. Pengembalian Cairan Nutrisi Ke Dalam Tandon
Pengaliran air dari lubang buangan untuk mengembalikan larutan nutrisi menuju ke wadah penampung awal. Hal ini karena sistem tertutup ini sangat menghemat air.
Ketujuh, jatuhnya air buangan ke dalam tandon bertugas menciptakan gelembung oksigen terlarut secara alami dan gratis. Adanya oksigen sendiri sangat disukai oleh akar.
8. Penjagaan Suhu Air Nutrisi Agar Tetap Sejuk
Penampungan volume air yang cukup mampu mencegah kenaikan suhu cairan akibat terik panas matahari. Sebab adanya air dingin menjaga kesehatan akar tersendiri.
9. Penyaringan Kotoran Pada Sirkulasi Jalur Pipa
Pemasangan saringan pada lubang masuk untuk mencegah sumbatan lumut dalam saluran selang pembagi. Aliran yang mampet mengganggu sirkulasi pada jalur pipanya.
Penutup
Jadi sekian dulu penjelasan tentang konsep pipa Hidroponik sistem DFT. Jika memerlukan informasi mengenai jasa tukang pipa, maka bisa konsultasi melalui Whatsapp yang tertera berikut ini.