Panduan Teknik Pasang Klem Pipa Dinding Aman

Panduan Teknik Pasang Klem Pipa Dinding Aman

Teknik Pasang Klem Pipa Dinding – Pipa yang terpasang pada dinding perlu menahannya agar tidak mudah bergeser.

Karena itulah, teknik pasang klem pipa dinding perlu melakukannya dengan ukuran dan posisi yang tepat. Klem membantu menjaga pipa tetap stabil selama pemakaiannya. Selain itu, klem membuat jalur perpipaan terlihat lebih rapi.

Namun, pemasangan klem tidak cukup melakukannya dengan menjepit pipa ke dinding. Jenis pipa, diameter, material dinding, serta beban air perlu memperhitungkannya.

Tepat pada artikel kali ini akan menjelaskan lebih dalam tentang teknik memasang klem tersebut dengan aman. Jadi, untuk lebih lanjut simak saja artikel berikut sampai tuntas.

Alat dan Bahan Pasang Klem Pipa Dinding

Alat dan Bahan Pasang Klem Pipa Dinding
Alat dan Bahan Pasang Klem Pipa Dinding

Sebelum memulai teknik pasang klem pipa dinding, siapkan seluruh alat dan bahan. Dengan demikian, proses pemasangan bisa melakukannya lebih cepat dan terukur. Oleh karena itu, berikut alat dan bahan yang umum pemakaiannya adalah:

1. Klem Pipa

Pertama, siapkan klem sesuai diameter luar pipa. Klem harus mampu menahan pipa tanpa memberikan tekanan berlebihan.

Jenis klem juga perlu menyesuaikan dengan lokasi pemasangan. Klem saddle atau omega umum pemakaiannya pada instalasi pipa ringan di dinding.

2. Bor Tangan

Selanjutnya, bor penggunaannya untuk membuat lubang pada dinding. Mata bor harus memilihnya berdasarkan material permukaan.

Dinding beton membutuhkan mata bor beton. Sementara itu, dinding bata membutuhkan jenis mata bor yang sesuai karakter materialnya.

3. Mata Bor

Pilih ukuran mata bor berdasarkan anchor yang jadi penggunaan. Lubang terlalu kecil bisa menyulitkan pemasangan anchor. Sebaliknya, lubang terlalu besar bisa membuat anchor kurang mencengkeram.

4. Fisher atau Anchor

Siapkan fisher untuk dinding bata atau beton ringan. Anchor yang lebih kuat bisa menggunakannya pada beban lebih besar. Kekuatan klem tetap bergantung pada media tempat anchor memasangnya.

5. Sekrup atau Baut

Selanjutnya, gunakan sekrup atau baut sesuai jenis klem. Ukurannya harus cocok dengan anchor dan lubang klem.

Jangan menggunakan baut terlalu pendek. Sebab, cengkeraman pada anchor bisa menjadi kurang optimal.

6. Meteran

Kemudian, meteran pemakaiannya untuk menentukan posisi klem. Pengukuran membantu menjaga jarak penyangga tetap konsisten.

Meteran bisa menggunakannya untuk menentukan ketinggian jalur pipa. Dengan demikian, hasil instalasi terlihat lebih rapi.

7. Waterpass

Gunakan waterpass untuk memeriksa posisi pipa. Alat ini membantu memastikan jalur horizontal tetap lurus.

Untuk jalur vertikal, posisi tegak juga perlu memeriksanya. Dengan begitu, pipa tidak terlihat miring setelah pemasangannya.

8. Pensil atau Spidol

Tandai titik pengeboran menggunakan pensil atau spidol. Penandaan melakukannya setelah posisi pipa sudah menentukannya.

Dengan demikian, lubang bisa membuatnya sesuai rencana. Kesalahan posisi juga bisa berkurang sebelum dinding memgebornya.

9. Obeng atau Kunci

Siapkan obeng atau kunci yang sesuai dengan kepala baut. Alat tersebut pemakaiannya untuk mengencangkan klem.

Teknik Mudah Pasang Klem Pipa Dinding

Teknik Mudah Pasang Klem Pipa Dinding
Teknik Mudah Pasang Klem Pipa Dinding

Setelah alat tersedia, pemasangan bisa melakukannya secara bertahap. Maka dari itu, berikut ini ada beberapa teknik pasang klem pipa dinding yang bisa menerapkannya untuk instalasi setempat yaitu:

1. Kenali Jenis dan Ukuran Pipa

Ukur diameter luar pipa yang akan terpasang. Ukuran klem harus mengikuti diameter tersebut. Perhatikan material pipa. Untuk pipa PVC, PPR, tembaga, dan logam bisa membutuhkan jenis penyangga berbeda.

2. Tentukan Jalur Pipa

Tentukan jalur pipa sebelum mengebor dinding. Tandai seluruh rute dari titik awal hingga titik akhir. Kemudian, periksa jalur menggunakan waterpass. Dengan begitu, pipa bisa memasangnya lebih lurus dan rapi.

3. Tentukan Posisi Klem

Tentukan posisi setiap klem pada jalur pipa. Jarak penyangga tidak boleh menentukannya secara sembarangan. Jarak ideal bergantung pada material, diameter, temperatur, dan posisi pipa.

4. Berikan Penyangga Tambahan pada Titik Beban

Kemudian, berikan perhatian lebih pada sambungan dan perubahan arah. Area tersebut bisa menerima beban tambahan dari konfigurasi pipa. Selain itu, valve dan fitting yang berat perlu memperhatikannya.

5. Tandai Titik Pengeboran

Selanjutnya, tandai posisi lubang menggunakan pensil. Pastikan tanda berada pada garis yang sudah dibuat sebelumnya. Kemudian, periksa kembali jarak antar posisi.

6. Bor Dinding Sesuai Material

Berikutnya, gunakan mata bor sesuai jenis dinding. Beton, bata, dan keramik memiliki karakteristik pengeboran berbeda. Bor secara tegak lurus terhadap permukaan. Dengan begitu, anchor bisa masuk dengan posisi yang lebih baik.

7. Pasang Fisher atau Anchor

Masukkan fisher ke dalam lubang yang telah terbuat. Pastikan anchor masuk dengan rapat. Namun, jangan memaksakan anchor yang tidak sesuai ukuran.

8. Pasang Klem pada Dinding

Selanjutnya, tempatkan klem pada posisi yang telah ditandai. Kemudian, pasang sekrup atau baut melalui lubang klem. Kencangkan baut secara bertahap.

9. Masukkan dan Jepit Pipa

Masukkan pipa ke dalam klem. Pastikan pipa duduk pada bagian penyangga dengan benar. Jangan membuat klem terlalu rapat pada pipa. Klem berlapis karet bisa menjadi pilihan pada area yang membutuhkan peredaman getaran.

10. Periksa Seluruh Instalasi

Terakhir, periksa semua klem setelah pipa terpasang. Pastikan pipa tidak bergeser ketika menyentuhnya atau mengujinya.

Kemudian, periksa jalur menggunakan waterpass. Jika menemukan kemiringan yang tidak sesuai, posisi klem bisa menyesuaikan.

Kesalahan Saat Pasang Klem Pipa Dinding

Kesalahan Saat Pasang Klem Pipa Dinding
Kesalahan Saat Pasang Klem Pipa Dinding

Kesalahan pemasangan bisa membuat pipa cepat bergeser atau mengalami tekanan pada sambungan. Oleh karena itu, beberapa kesalahan berikut perlu untuk menghindarinya. Berikut ini beberapa kesalahan saat pasang klem pipa dinding yaitu:

1. Menggunakan Klem yang Salah Ukuran

Klem yang terlalu besar tidak bisa menahan pipa dengan baik. Sebaliknya, klem terlalu kecil bisa menekan permukaan pipa. Oleh karena itu, ukuran klem harus menyesuaikan dengan diameter luar pipa.

2. Mengabaikan Material Dinding

Selanjutnya, jenis anchor harus menyesuaikan dengan dinding. Fisher untuk bata ringan tidak selalu cocok untuk beton. Karena itulah, periksa jenis material sebelum mengebor.

3. Jarak Klem Terlalu Jauh

Jarak penyangga yang terlalu jauh bisa membuat pipa melendut. Kondisi tersebut lebih mudah terjadi pada pipa panjang. Oleh karena itu, jarak harus mengikuti rekomendasi material dan produsen.

4. Jarak Klem Terlalu Dekat

Sebaliknya, klem yang terlalu rapat juga tidak selalu perlu. Pemasangan berlebihan bisa meningkatkan biaya dan waktu pekerjaan. Ruang untuk pergerakan pipa bisa menjadi terlalu terbatas.

5. Baut Mengencangkannya Berlebihan

Jangan mengencangkan baut dengan tenaga berlebihan. Tekanan tinggi bisa merusak klem atau pipa. Terutama pada pipa plastik, tekanan lokal perlu memperhatikannya. Gunakan klem dengan ukuran yang sesuai.

6. Pipa Tidak Diperiksa Kelurusannya

Pemasangan klem tanpa waterpass bisa menghasilkan jalur miring. Kondisi tersebut membuat instalasi terlihat kurang rapi. Selain itu, kemiringan yang tidak terencana bisa memengaruhi sistem tertentu.

7. Tidak Memberi Penyangga pada Fitting Berat

Fitting atau valve yang berat tidak sebaiknya hanya menopangnya oleh pipa. Beban tersebut bisa meneruskannya ke sambungan. Penyangga tambahan bisa memasangnya sesuai kebutuhan.

Baca juga: Cari Tahu Kenapa Pipa Drainase Berbau Busuk?

8. Memasang Klem Langsung pada Area Rusak

Hindari mengebor pada dinding yang retak atau rapuh. Anchor bisa kehilangan daya cengkeram jika medianya tidak kuat. Maka dari itu, pilih titik pemasangan yang memiliki struktur memadai.

9. Mengabaikan Getaran

Pipa dekat pompa bisa mengalami getaran. Getaran tersebut bisa meneruskannya ke klem dan dinding. Oleh karena itu, klem dengan bantalan bisa jadi pertimbangan.

Penutup

Jadi demikian ulasan tentang beberapa teknik pasang klem pipa. Jika memerlukan informasi mengenai jasa tukang pipa, maka bisa konsultasi melalui Whatsapp yang tertera berikut ini.

Scroll to Top