Paralon Instalasi untuk Kolam

Paralon Instalasi untuk Kolam

Paralon Instalasi Kolam – Pemilihan paralon instalasi kolam memberikan tips terbaik bagi para pemilik hunian dalam membangun sirkulasi air yang lancar.

Oleh karena itu, penentuan spesifikasi pipa PVC ini sebagai pilar utama kejernihan dan kesegaran air kolam.

Alur pemipaan yang buruk mudah memicu kebocoran tersembunyi sampai kebuntuan kotoran endapan.

Material pipa berkualitas tinggi mudah menahan tekanan pompa dorong secara terus menerus. Melalui artikel kali ini akan menjelaskan tentang paralon instalasi pada kolam. 

Jadi, untuk lebih jelasnya simak saja artikel berikut ini.

Jenis dan Ukuran Pipa Paralon Kolam

Jenis dan Ukuran Pipa Paralon Kolam
Jenis dan Ukuran Pipa Paralon Kolam
Pemanfaatan variasi ukuran pipa mampu menyesuaikan debit air dan menjaga kestabilan tekanan sirkulasi pada jaringan kolam.
Maka dari itu, berikut ini ada beberapa jenis dan ukuran pipa paralon kolam yaitu:

1. Pipa PVC Tipe AW Ukuran 1/2 Inch

Penggunaan pipa tebal setengah inci mampu mengalirkan pasokan air bersih menuju ke fitur pancuran mini.
Ketahanan dinding pipa sangat kuat menahan tekanan airnya. Oleh karena itu, pilihlah tipe AW untuk saluran bertekanan.

2. Pipa PVC Tipe AW Ukuran 3/4 Inch

Pemanfaatan pipa 3/4 inci menyalurkan air dari mesin filter menuju ke titik kembali inlet. Selain itu, ukuran ini sangat fleksibel memasangnya pada kolam rumahan.

3. Pipa PVC Tipe AW Ukuran 1 Inch

Penyediaan pipa satu inci mengalirkan air dorong dari pompa pendorong menuju ke sistem filter mekanis. Laju alir air berjalan sangat lancar tanpa hambatan.

4. Pipa PVC Tipe AW Ukuran 1 1/2 Inch

Pengaplikasian pipa 1 1/2 inci menghubungkan saluran skimmer box menuju ke ruang mesin pompa. Diameter pipa sanggup menampung debit air cukup besar. Dengan demikian, penyedotan kotoran permukaan berjalan optimal.

5. Pipa PVC Tipe AW Ukuran 2 Inch

Penggunaan pipa 2 inci mampu menyalurkan air dari main pengurasan dasar menuju ke penampungan filter bawah. Alur air buangan mengalir sangat lancar, pakailah ukuran 2 inci untuk buangan.

6. Pipa PVC Tipe D Ukuran 3 Inch

Perancangan pipa berdinding sedang mampu mengalirkan limbah air kuras dari penyaring menuju ke pembuangan akhir. Saluran buangan tidak membutuhkan ketahanan tekanan tinggi.

7. Pipa PVC Tipe D Ukuran 4 Inch

Pemanfaatan pipa 4 inci bertugas menjadi saluran penghubung antar ruang chamber filter kolam ikan. Bahkan, aliran air antar chamber tidak mudah meluap keluar.

8. Pipa PVC Fleksibel Selang Spiral

Penggunaan pipa lentur mempermudah penyambungan alur pipa pada sudut lahan kolam yang sangat sempit. Lekukan pipa bisa menyesuaikan tanpa banyak sambungan siku.

9. Pipa PVC Tipe AW Ukuran 2 1/2 Inch

Pemasangan pipa 2 1/2 inci mengalirkan air pada instalasi kolam renang berskala sedang. Karena ukuran ini sanggup menahan tekanan pompa pendorong besar.

Jalur Utama pada Pemipaan Kolam

Jalur Utama pada Pemipaan Kolam
Jalur Utama pada Pemipaan Kolam
Pemeriksaan tata letak alur pipa untuk memastikan seluruh sudut air terolah secara merata oleh sistem filter.
Maka dari itu, berikut ini ada beberapa jalur utama pada pemipaan kolam biasanya yaitu:

1. Jalur Utama Maindrain Dasar Kolam

Penempatan alur pipa dasar mampu menyedot kotoran berat yang mengendap pada lantai bagian bawah kolam. Kotoran dasar harus segera mengalirkannya menuju filter.

2. Jalur Penyedot Skimmer Box Atas

Pemasangan saluran skimmer mampu membersihkan sisa daun kering dan minyak yang mengapung di permukaan air.
Permukaan air kolam terlihat selalu jernih bening. Maka dari itu, pasanglah pipa skimmer permukaan.

3. Jalur Pengembali Return Inlet

Penyediaan pipa pengembali mampu menyalurkan air jernih dari wadah filter menuju ke dalam kolam kembali. Dorongan air mampu menciptakan arus putar yang sangat baik.

4. Jalur Pembilas Backwash Filter

Perancangan alur pembuangan khusus membuang air kotor saat proses pembersihan media saringan filter berlangsung.
Kotoran tersaring harus membuangnya secara rutin. Dengan demikian, kebersihan media filter tetap terjaga.

5. Jalur Pembuangan Air Kuras Total

Pemasangan pipa dasar mampu mengosongkan seluruh volume air kolam saat pengerjaan renovasi melakukannya.
Proses pengurasan air berjalan sangat cepat. Oleh karena itu, sediakanlah pipa buangan khusus.

6. Jalur Air Pancuran Air Terjun

Penyaluran air ke bagian atas menciptakan atraksi pancuran sekaligus menambah kadar oksigen terlarut.
Gemericik air meningkatkan kesegaran pada kolam tersebut. Oleh sebab itu, buatlah pipa cabang menuju pancuran.

7. Jalur Pipa Vacuum Penyedot Manual

Pemasangan titik lubang vacuum untuk mempermudah penyambungan selang pembersih saat menyedot kotoran lantai. Perawatan rutin kolam pun menjadi sangat praktis.

8. Jalur Overflow Penampung Luapan

Pembuatan pipa pelimpah mampu menjaga ketinggian permukaan air kolam agar tidak meluap saat hujan deras. Kelebihan air menyalurkannya menuju ke balancing tank.

9. Jalur Pengisian Air Bersih Otomatis

Penyambungan pipa dari sumber air utama mampu menambah pasokan air kolam saat volume airnya mengalami penguapan.

Kesalahan Umum Saat Memasang Pipa Kolam

Kesalahan Umum Saat Memasang Pipa Kolam
Kesalahan Umum Saat Memasang Pipa Kolam

Pemasangan pipa pada kolam memang cukup sederhana, namun sebenarnya pemasangannya sendiri tidak boleh sembarangan. Berikut ini ada beberapa kesalahan umum saat memasang pipa kolam yaitu:

1. Menggunakan Pipa Berdinding Sangat Tipis

Pemakaian pipa tipe C mampu memicu risiko pipa pecah akibat pergeseran pergerakan tanah di bawah bangunan.
Pipa yang tipis tidak tahan tekanan beban berat. Oleh karena itu, hindarilah pemakaian pipa tipis.

2. Terlalu Banyak Menggunakan Sambungan Siku Tajam

Pemasangan elbow 90 derajat mampu menghambat laju alir air dan menurunkan tekanan mesin pompanya.
Selain itu, kotoran mudah tersangkut pada sudut tajam. Maka dari itu, pakailah sambungan knee tumpul.

3. Mengoleskan Lem Pipa Terlalu Tipis

Pelapisan perekat yang tidak merata mampu menciptakan celah kebocoran halus dalam tanah penopang kolam. Bahkan, air kolam akan menyusut secara terus menerus. Oleskan lem pipa dengan merata.

4. Tidak Memperhitungkan Ukuran Kapasitas Pompa

Pemilihan diameter pipa yang terlalu kecil mampu membebani kerja mesin pompa dorong hingga mudah terbakar. Alur air tertahan oleh jepitan pipa. Dengan demikian, sesuaikanlah ukuran pipa dengan pompa.

5. Mengabaikan Proses Pembersihan Ujung Pipa

Pembiaran sisa debu pada permukaan pipa mampu menggagalkan proses penyatuan molekul plastik saat pengelemannya.
Selain itu, sambungan pipa mudah terlepas kembali. Bersihkanlah ujung pipa secara cermat.

6. Menanam Pipa Tanpa Pelindung Pasir

Penimbunan pipa langsung menggunakan batu kerikil mampu menggores bagian luar pipa sampai mengalami keretakan.
Adanya gesekan batu tajam sangat berbahaya. Oleh sebab itu, beri alas pasir sekitar pipa.

7. Tidak Melakukan Uji Tekanan Sebelum Menutupnya

Penutupan semen tanpa tes kebocoran menyulitkan pengerjaan perbaikan saat menemukan adanya rembesan air tanah. Bahkan, biaya pembongkaran ulang menjadi sangat mahal.

8. Salah Menentukan Arah Kemiringan Pipa Buangan

Pemasangan pipa buangan yang sejajar rata bertugas membuat air kotor mengendap dan tidak mau mengalir keluar. Karena, air membutuhkan gravitasi untuk mengalir. Aturlah kemiringan pipa buangan.

9. Lupa Memasang Waterpass pada Pipa Tanam

Penataan posisi pipa yang miring tidak teratur mampu merusak keindahan dan merusak kerapian jalur instalasi pipa.
Kelurusan pipa mempengaruhi efisiensi ruangnya. Oleh sebab itu, gunakanlah alat waterpass ukur.

Penutup

Jadi itulah tadi ulasan tentang paralon instalasi yang biasanya ada pada kolam. Jika memerlukan informasi mengenai jasa tukang pipa, maka bisa konsultasi melalui Whatsapp yang tertera berikut ini.

Scroll to Top