Sistem Pembuangan Efisien dengan Pipa Drainase

Sistem Pembuangan Efisien dengan Pipa Drainase

Sistem Pembuangan Pipa Drainase – Adanya sistem pembuangan pipa drainase sendiri menentukan lancar tidaknya aliran air di rumah dan bangunan.

Selain itu, sistem tersebut mencegah genangan pada halaman dan sekitar pondasi. Maka dari itu, bagi siapa saja penting untuk memahami fungsinya sejak awal.

Karena salurannya yang tepat menjaga lantai tetap kering setiap hari. Sehingga berbagai aktivitas bisa berjalan lebih nyaman.

Memang pipa drainase sendiri bekerja tanpa terlihat, tetapi dampaknya sangat terasa. Banyak orang yang mengabaikan sistem ini saat kegiatan pembangunan atau renovasi.

Efeknya sendiri akan terasa ketika air menggenang pada kamar mandi atau dapur. Melalui artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai sistem pembuangan pipanya tersebut.

Maka dari itu, untuk selengkapnya simak artikel berikut ini.

Berbagai Komponen Utama pada Sistem Pembuangan Pipa Drainase

Berbagai Komponen Utama pada Sistem Pembuangan Pipa Drainase

Sistem pembuangan yang baik mencegah genangan dan bau tidak sedap. Selain itu, sistem ini melindungi pondasi bangunan. Sistemnya yang rapi memudahkan perawatan secara rutin.

Maka dari itu, pemilihan komponen harus tepat sejak awal. Berikut ini ada berbagai komponen utama pada sistem pembuangan tersebut yaitu:

1. Pipa Kolektor atau Pipa Utama

Pipa kolektor sendiri membawa air dari titik-titik pembuangan menuju saluran utama. Selain itu, diameter pipa menentukan kapasitas aliran air.

2. Fitting dan Elbow Sambungan

Fitting menyambungkan pipa lurus dengan pipa lain atau bantu perubahan arah. Sedangkan untuk elbow memudahkan perubahan sudut tanpa merusak alirannya.

3. Floor Drain dan Grating

Floor drain menampung air permukaan dari kamar mandi atau area basah. Kalau grating sendiri menahan sampah besar agar tidak masuk pipa.

4. Bak Kontrol dan Inspection Chamber

Bak kontrol memberi akses untuk membersihkan dan memeriksa pipa bawah tanah. Sedangkan untuk inspection chamber memudahkan deteksi sumbatan.

5. Ventilasi Pipa atau Air Vent

Ventilasi mengatur tekanan udara dalam sistem pembuangan agar stabil. Adanya ventilasi sendiri mencegah timbulnya bau pada area bersih.

6. Saringan dan Trap Siphon

Saringan menahan partikel besar sebelum pipa utama menerima aliran. Kalau komponen trap siphon menahan air untuk menghalangi bau naik.

7. Klep Satu Arah dan Penutup Backflow

Komponen klep mencegah aliran balik saat tekanan saluran luar naik. Sedangkan penutup backflow melindungi rumah atau bangunan dari masuknya sampah atau air kotor.

8. Pipa Drainase Luaran dan Saluran Terbuka

Pipa luaran mengalirkan air dari bak kontrol ke saluran umum. Sedangkan saluran terbuka memberi ruang penyerapan saat hujan tinggi.

Keunggulan Sistem Drainase yang Efisien

Keunggulan Sistem Drainase yang Efisien

Sistem drainase yang efisien berperan besar dalam menjaga kondisi bangunan dan lingkungan tetap aman. Aliran air yang lancar mencegah berbagai masalah tersembunyi di bawah permukaan tanah.

Berikut ini ada berbagai keunggulan dari sistem drainase yang efisien yaitu:

1. Mencegah genangan air

Sistem yang efisien membuat air cepat mengalir ke saluran utama. Selain itu, halaman dan lantai tetap kering setelah hujan.

2. Melindungi Pondasi Bangunan

Air yang tergenang pada sekitar pondasi bisa meresap ke dalam tanah. Drainase yang baik langsung mengalihkan air menjauh dari fondasi.

3. Mengurangi Bau Tidak Sedap

Air limbah yang mengendap pada dalam pipa memicu bau tersendiri. Sistem yang efisien menjaga air tetap mengalir tanpa hambatan, sehingga mengurangi bau tidak sedap tersendiri.

4. Menurunkan Risiko Penyakit

Genangan air menjadi tempat nyamuk berkembang biak. Selain itu, air kotor juga membawa bakteri dan kuman. Drainase yang lancar memutus siklus tersebut.

5. Membuat Perawatan Lebih Mudah

Sistem yang tertata rapi memudahkan pengecekan dan pembersihan. Titik rawan sumbatan mudah dalam menemukannya. Sehingga tidak perlu membongkar banyak bagian saat terjadi masalah.

6. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Air kotor yang mengalir dengan baik tidak mencemari halaman. Selain itu, sampah terbawa sistem dengan arah yang benar menuju saluran akhir. Area sekitar tampak lebih bersih setiap hari.

7. Menghemat Biaya Jangka Panjang

Kerusakan akibat genangan sering menyebabkan perbaikan mahal tersendiri. Dinding lembap dan lantai rusak membutuhkan renovasi. Sistem drainase yang efisien mencegah kerusakan itu sejak awal.

8. Meningkatkan Kenyamanan Aktivitas

Lingkungan yang kering membuat aktivitas lebih nyaman. Selain itu, tidak perlu khawatir lagi lantai licin atau becek.

Cara Tukang Pipa Mengatur Sistem Pembuangan Pipa Drainase

Cara Tukang Pipa Mengatur Sistem Pembuangan Pipa Drainase

Sistem pembuangan air yang lancar tidak terjadi begitu saja. Pada sistem tersebut membutuhkan perencanaan yang tepat sejak awal pemasangannya.

Tukang pipa profesional memahami bahwa setiap pipa, sambungan, dan kemiringan memiliki peran penting.

Oleh karena itu, berikut ini ada cara tukang pipa dalam mengatur sistem pembuangan pipa drainase yaitu:

1. Menganalisis Denah Bangunan

Tukang memulai pekerjaan dengan membaca denah bangunan. Mereka menentukan jalur terpendek untuk aliran air. Jalur yang pendek membuat aliran lebih lancar.

2. Mengatur Kemiringan Pipa Secara Tepat

Tukang menghitung kemiringan pipa sebelum memasang. Kemiringan ideal sekitar 1 sampai 2 persen. Jika kemiringan terlalu curam membuat air mengalir terlalu cepat.

3. Memilih Material Pipa Sesuai Kebutuhan

Tukang sendiri biasanya menggunakan pipa PVC kelas AW untuk aliran limbah ringan. Jenis pipa HDPE pemakaiannya untuk kebutuhan tekanan lebih tinggi.

4. Memasang Sambungan dengan Lem Khusus

Sambungan pipa menjadi titik rawan kebocoran. Biasanya tukang mengoleskan lem secara merata pada setiap permukaan sambungan. Lem yang merata membuat sambungan lebih kuat.

5. Menempatkan Bak Kontrol pada Titik Strategis

Tukang menempatkan bak kontrol pada beberapa titik. Berbagai titik tersebut memudahkan pengecekan saat terjadi sumbatan. Bak kontrol membantu proses pembersihan lebih cepat.

6. Menambahkan Ventilasi Pipa

Tukang memasang ventilasi agar tekanan udara tetap stabil. Selain itu, ventilasi mencegah bau dari dalam pipa naik ke ruangan. Udara dapat keluar dengan lancar melalui jalur ventilasi.

7. Menguji Saluran dengan Mengalirkan Air

Setelah pemasangannya selesai, tukang mengetes semua jalur dengan air bersih. Mereka memeriksa apakah ada kebocoran atau hambatan.

Penutup

Adanya sistem pembuangan pipa drainase memberikan manfaat besar bagi rumah dan bangunan. Selain itu, sistem ini menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan tersendiri.

Oleh karena itu, perencanaan dan pemasangan tidak boleh asal. Jika memerlukan informasi mengenai jasa tukang pipa, maka bisa konsultasi melalui Whatsapp yang tertera berikut ini.

Scroll to Top