Jangan Salah Beli, Ini Jenis dan Penggunaan Lem Pipa

Jangan Salah Beli, Ini Jenis dan Penggunaan Lem Pipa

Ketika memasang instalasi air di rumah, salah satu bahan penting yang tak boleh terlewat adalah lem pipa. Banyak orang meremehkan perannya, padahal kualitas sambungan sangat ditentukan oleh lem yang digunakan. Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai jenis lem pipa, cara memilih yang tepat, hingga kesalahan yang harus kamu hindari.

Mengenal Jenis-Jenis Lem Pipa yang Paling Umum di Pasaran

Mengenal Jenis-Jenis Lem Pipa yang Paling Umum di Pasaran

Saat memasang atau memperbaiki instalasi pipa, salah satu material penting yang tidak boleh dilupakan adalah lem pipa. Fungsinya untuk merekatkan sambungan agar tidak mudah bocor. Namun, di pasaran ada banyak jenis lem pipa dengan karakteristik berbeda. Mengenalnya akan membantu kamu memilih yang paling tepat sesuai kebutuhan.

1. Lem PVC (Polyvinyl Chloride)

Jenis ini adalah yang paling populer untuk menyambung pipa air berbahan PVC.

  • Kelebihan: mudah digunakan, cepat kering, dan hasil rekatannya kuat.

  • Kekurangan: kurang cocok untuk tekanan air tinggi jika tidak diaplikasikan dengan benar.

2. Lem CPVC (Chlorinated Polyvinyl Chloride)

Digunakan untuk pipa CPVC yang tahan panas dan sering dipakai pada instalasi air panas.

  • Kelebihan: tahan suhu tinggi hingga 90°C, rekatannya kuat.

  • Kekurangan: harganya lebih mahal dibanding lem PVC biasa.

3. Lem ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene)

Dirancang khusus untuk pipa ABS yang banyak digunakan di sistem drainase.

  • Kelebihan: rekatannya tahan lama, cocok untuk aliran limbah atau saluran pembuangan.

  • Kekurangan: kurang fleksibel untuk digunakan pada pipa jenis lain.

4. Lem Universal / Multi Purpose

Bisa digunakan untuk berbagai jenis pipa, termasuk PVC, CPVC, atau ABS.

  • Kelebihan: praktis untuk penggunaan umum.

  • Kekurangan: hasil rekat tidak sekuat lem khusus untuk material tertentu.

5. Lem Epoxy untuk Pipa

Biasanya berbentuk resin dua komponen yang dicampur sebelum dipakai.

  • Kelebihan: daya rekat sangat kuat, tahan terhadap tekanan tinggi dan bocoran kecil.

  • Kekurangan: proses pengerasan lebih lama, harga lebih mahal.

Cara Memilih Lem Pipa Sesuai dengan Material dan Kebutuhan

Cara Memilih Lem Pipa Sesuai dengan Material dan Kebutuhan

Memilih lem pipa tidak bisa asal. Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan agar hasilnya maksimal.

1. Sesuaikan dengan Jenis Material Pipa

  • Pipa PVC: gunakan lem PVC karena diformulasikan khusus untuk merekatkan pipa air dingin.

  • Pipa CPVC: pilih lem CPVC yang tahan panas, cocok untuk instalasi air panas hingga 90°C.

  • Pipa ABS: gunakan lem ABS yang dirancang untuk sistem drainase atau saluran limbah.

  • Berbagai Jenis Pipa: pilih lem universal jika butuh fleksibilitas, meski hasil rekat biasanya tidak sekuat lem khusus.

2. Perhatikan Kebutuhan Penggunaan

  • Air Dingin Rumah Tangga: cukup pakai lem PVC biasa.

  • Air Panas: gunakan lem CPVC yang lebih tahan suhu tinggi.

  • Saluran Pembuangan: lem ABS lebih tepat karena tahan tekanan limbah.

  • Perbaikan Bocor atau Tekanan Tinggi: lem epoxy bisa jadi pilihan karena daya rekatnya sangat kuat.

3. Perhatikan Waktu Pengeringan

Jika butuh pemasangan cepat, pilih lem yang cepat kering. Untuk kebutuhan yang lebih kuat dan tahan lama, bisa gunakan lem epoxy meskipun waktu keringnya lebih lama.

4. Pertimbangkan Kualitas dan Merek

Jangan hanya tergiur harga murah. Pilih lem dari merek terpercaya agar sambungan lebih awet dan tidak mudah bocor.

5. Gunakan Sesuai Petunjuk

Setiap lem pipa memiliki cara pemakaian berbeda. Pastikan permukaan pipa bersih, kering, lalu oleskan lem sesuai instruksi agar rekat lebih maksimal.

Kesalahan Umum Saat Menggunakan Lem Pipa yang Harus Dihindari

Kesalahan Umum Saat Menggunakan Lem Pipa yang Harus Dihindari

Meskipun sudah memilih lem pipa yang tepat, hasil sambungan tetap bisa gagal jika kamu melakukan kesalahan dalam penggunaannya.

Kesalahan pertama adalah tidak membersihkan permukaan pipa sebelum diberi lem. Permukaan yang kotor akan membuat lem tidak menempel sempurna.

Kesalahan kedua adalah memberi lem terlalu sedikit. Akibatnya, sambungan tidak rapat dan mudah bocor setelah beberapa waktu.

Kesalahan ketiga adalah memberi lem terlalu banyak. Hal ini justru bisa membuat lem meluber keluar sambungan dan mengurangi kerapatan.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak menunggu waktu kering sesuai anjuran. Banyak orang terburu-buru mengalirkan air, padahal lem belum benar-benar merekat.

Selain itu, penggunaan lem pipa kadaluarsa juga bisa menurunkan kualitas sambungan. Selalu cek tanggal produksi dan masa pakai sebelum digunakan.

Apabila kamu membutuhkan bantuan jasa tukang pipa untuk perbaikan atau pemasangan bisa hubungi link dibawah ini!

Kesimpulan

Memilih dan menggunakan lem pipa tidak boleh sembarangan. Jenis lem yang berbeda memiliki fungsi masing-masing sesuai material pipa. Selain itu, kamu juga harus cermat dalam memilih lem berdasarkan kebutuhan, tekanan air, serta kualitas merek.

Hindari kesalahan umum seperti sambungan yang tidak dibersihkan, pemberian lem yang tidak tepat, hingga terburu-buru mengalirkan air.

Scroll to Top